14.
Manusia
dan pandangan hidup
a. Pengertian
pandangan hidup dan ideology
Pandangan hidup artinya pendapat
atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan,, petunjuk hidup di
dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia
berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Ideologi adalah gabungan antara
pandangan hidup yang meruupakan yang merupakan ninilai –nilai yang telah
mengkristal dari suatu bangsa serta Dasar Negara yang memiliki nilai-nilai
falsafah yang menjadi pedoman hidup suatu bangsa, selain itu, Idiologi adalah
merupakan hasil reflesi manusia berkat kemampuannya mengadakan distansi
terhadap dunia kehidupannya. Maka terdapat suatu yang bersifat dialektis antara
idiologi dengan masyarat negara. Di suatu pihak membuat idiologi semakin
realistis dan pihak yang lain mendorong masyarakat mendekati bentuk yang ideal.
Ideologi mencerminkan cara berpikir masyarakat, bangsa maupun negara, namun
juga membentuk masyarakat menuju cita-citanya.
b. Cita-cita
Dengan demikian cita-cita (Al
Himmah) adalah motivasi (daya dukung) untuk melakukan pekerjaan. Cita-cita ada
yang bersifat tinggi atau rendah. Ada orang yang bercita-cita tinggi, setinggi
langit dan ada juga yang bercita-cita sederhana, hina dan rendah hingga
tingkatan yang paling buruk.
Sebagian ulama mendefinisikan cita-cita tinggi itu adalah “Menganggap kecil terhadap suatu urusan besar sebelum mencapai final.”
Sebagian ulama mendefinisikan cita-cita tinggi itu adalah “Menganggap kecil terhadap suatu urusan besar sebelum mencapai final.”
c. Kebajikan
Pengertian Kebajikan sendiri,
merupakan suatu tindakan, perilaku, kebiasaan untuk berbuat bajik / baik atau
dalam kondisi ideal merupakan perilaku yg telah dapat mengikuti tuntunan watak
sejati secara alami.
Dari ayat2 suci diatas dapat diambil kesimpulan, pengertian Kebajikan yg bercahaya itu karena hanya pada yg ber Kebajikan, Tian akan berkenan melindungi, melimpahkan berkah rahmatNya (maka digambarkan sbg Kebajikan yg Bercahaya). Ada pula pendapat yg lain, dikatakan bercahaya karena ketika seseorg melakukan kebajikan tanpa pamrih berdasarkan panggilan watak sejatinya, aura org tsb akan berubah menjadi terang / berkilau.
Dari ayat2 suci diatas dapat diambil kesimpulan, pengertian Kebajikan yg bercahaya itu karena hanya pada yg ber Kebajikan, Tian akan berkenan melindungi, melimpahkan berkah rahmatNya (maka digambarkan sbg Kebajikan yg Bercahaya). Ada pula pendapat yg lain, dikatakan bercahaya karena ketika seseorg melakukan kebajikan tanpa pamrih berdasarkan panggilan watak sejatinya, aura org tsb akan berubah menjadi terang / berkilau.
d. Usaha
perjuangan
Usaha/perjuangan
adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Setiap manusioa harus bekerja
keras untuk mewujudkan harapannya, tanpa usaha/perjuangan maka memperkecil
kemungkinan tercapainya keinginan. Sebagaimana firman allah yang
makna/kandungannya kurang lebih demikian,”sesungguhnya Allah tidak akan merubah
keadaan suatu kaum, kecuali mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri”.
Meskipun semua Allah-lah yang menentukan tapi usaha dari setiap orang juga akan
menetukan.
e. Keyakinan atau kepercayaan
Keyakinan adalah suatu sikap yang
ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa
dirinya telah mencapai kebenaran.Karena keyakinan merupakan suatu
sikap, maka keyakinan seseorang tidak selalu benar -- atau, keyakinan semata
bukanlah jaminan kebenaran. Contoh: Pada suatu masa, manusia pernah meyakini
bahwa bumi merupakan pusat tata surya, belakangan disadari bahwa keyakinan itu keliru.Kepercayaan adalah suatu keadaan psikologis pada saat seseorang menganggap suatu premis benar.
f.
Langkah-langkah berpandangan hidup yang baik
1. mengenal
2. mengerti
3. menghayati
4. meyakini
5. mengabdi
6. Mengamankan
1. mengenal
2. mengerti
3. menghayati
4. meyakini
5. mengabdi
6. Mengamankan
http://yodi-adhari.blogspot.com/2010/04/pengertian-pandangan-hidup-dan-ideologi.html

