pendekatan kesusastraan
1. A. Pendekatan Kesusatraan
~ Bahasa Latin : Humanus, yang berarti mausiawi, berbudaya, dan halus.
Sastra lebih mudah berkomunikasi dibandingkan filsafat karena filsafat bersifat abstrak.
1. B. Ilmu Budaya Dasar yang dihubungkan dengan Prosa
Istilah Prosa:
v Narrative Fiction
v Prose Fiction
v Fiction
Istilah tadi sering diterjemahkan menjadi cerita rekaan.
Jenis- jenis Prosa lama :
v Dongeng
v Hikayat
v Sejarah
v Epos
v Cerita Pelipur Lara
Jenis-jenis Prosa Baru :
v Cerpen
v Novel
v Biografi
v Kisah
v Otobiografi
1. C. Nilai-nilai dalam Prosa Fiksi
v Prosa fiksi memberikan kesenangan.
Keistimewaannya pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengalami sendiri peristiwa tersebut
v Prosa fiksi memberikan informasi
Fiksi memberikan sedikit informasi yang tidak terdapat di dalam ensiklopedi.
v Prosa fiksi memberikan warisan cultural
Prosa fiksi dapat menstimulasi imaginasi dan warisan budaya bangsa.
v Prosa memberikan keseimbangan wawasan
Lewat prosa fiksi sesorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman dengan banyak individu.
Berkenaan dengan moral, karya sastra dapat dibagi menjadi 2 :
* Karya sastra yang menyuarakan aspirasi zamannya mengajak pembaca untuk mengikuti apa yang dikehendaki zamannya.
* Karya sastra yang menyuarakan gejolak zamannya, tidak mengajak pembaca melakukan sesuatu tetapi untuk merenung.
~ Bahasa Latin : Humanus, yang berarti mausiawi, berbudaya, dan halus.
Sastra lebih mudah berkomunikasi dibandingkan filsafat karena filsafat bersifat abstrak.
1. B. Ilmu Budaya Dasar yang dihubungkan dengan Prosa
Istilah Prosa:
v Narrative Fiction
v Prose Fiction
v Fiction
Istilah tadi sering diterjemahkan menjadi cerita rekaan.
Jenis- jenis Prosa lama :
v Dongeng
v Hikayat
v Sejarah
v Epos
v Cerita Pelipur Lara
Jenis-jenis Prosa Baru :
v Cerpen
v Novel
v Biografi
v Kisah
v Otobiografi
1. C. Nilai-nilai dalam Prosa Fiksi
v Prosa fiksi memberikan kesenangan.
Keistimewaannya pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengalami sendiri peristiwa tersebut
v Prosa fiksi memberikan informasi
Fiksi memberikan sedikit informasi yang tidak terdapat di dalam ensiklopedi.
v Prosa fiksi memberikan warisan cultural
Prosa fiksi dapat menstimulasi imaginasi dan warisan budaya bangsa.
v Prosa memberikan keseimbangan wawasan
Lewat prosa fiksi sesorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman dengan banyak individu.
Berkenaan dengan moral, karya sastra dapat dibagi menjadi 2 :
* Karya sastra yang menyuarakan aspirasi zamannya mengajak pembaca untuk mengikuti apa yang dikehendaki zamannya.
* Karya sastra yang menyuarakan gejolak zamannya, tidak mengajak pembaca melakukan sesuatu tetapi untuk merenung.
1. D. Ilmu
Budaya Dasar yang dihubungkan dengan Puisi
Puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam, dan Tuhan melalui media bahasa yang artistic yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya.
Kepuitisan, keartistikan, dam keestetikaan bahasa puisi disebabkan oleh kreatifitas penyair dengan menggunakan :
* Figura bahasa
* Kata-kata yang ambiguitas
* Kata-kata yang berjiwa
* Kata-kata yang konotatif
Alasan-alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkulihan Ilmu Budaya Dasar :
* Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia
* Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual
* Puisi dan keinsyafan social
sumber : http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/01/pendekatan-kesusastraan/
Puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam, dan Tuhan melalui media bahasa yang artistic yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya.
Kepuitisan, keartistikan, dam keestetikaan bahasa puisi disebabkan oleh kreatifitas penyair dengan menggunakan :
* Figura bahasa
* Kata-kata yang ambiguitas
* Kata-kata yang berjiwa
* Kata-kata yang konotatif
Alasan-alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkulihan Ilmu Budaya Dasar :
* Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia
* Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual
* Puisi dan keinsyafan social
sumber : http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/01/pendekatan-kesusastraan/
ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PROSA
Istilah prosa
banyak padanannya.Kadang-kadang disebut narrative fiction,prosa fiction atau
hanya fiction saja.Dalam bahasa Indonesia istilah tadi sering diterjemahkan
menjadi cerita rekaan dan didefinisikan sebagai bentuk cerita atau prosa
kisahan yang mempunyai pemeran,lakuan,peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh
daya khayal atau imajinasi.
Dalam kesusastraan Indonesia kita mengenal jenis prosa lama dan prosa baru
A. Prosa lama meliputi:
1. dongeng-dongeng
2. hikayat
3. sejarah
4. epos
5. cerita pelipur lara
B. Prosa baru meliputi:
1. cerita pendek
2. roman/novel
3. biografi
4. kisah
5. otobiografi
Dalam kesusastraan Indonesia kita mengenal jenis prosa lama dan prosa baru
A. Prosa lama meliputi:
1. dongeng-dongeng
2. hikayat
3. sejarah
4. epos
5. cerita pelipur lara
B. Prosa baru meliputi:
1. cerita pendek
2. roman/novel
3. biografi
4. kisah
5. otobiografi
Nilai-nilai dalam Prosa Fiksi
- Prosa fiksi memberikan kesenangan.
Keistimewaannya
pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengalami sendiri peristiwa tersebut
- Prosa fiksi memberikan informasi
Fiksi memberikan
sedikit informasi yang tidak terdapat di dalam ensiklopedi.
- Prosa fiksi memberikan warisan cultural
Prosa fiksi dapat
menstimulasi imaginasi dan warisan budaya bangsa.
- Prosa memberikan keseimbangan wawasan
Lewat prosa fiksi
sesorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman dengan banyak individu.
Berkenaan dengan moral, karya sastra dapat dibagi menjadi 2 :
Berkenaan dengan moral, karya sastra dapat dibagi menjadi 2 :
- Karya sastra yang menyuarakan aspirasi zamannya mengajak pembaca untuk mengikuti apa yang dikehendaki zamannya.
- Karya sastra yang menyuarakan gejolak zamannya, tidak mengajak pembaca melakukan sesuatu tetapi untuk merenung.
ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PUISI
Puisi termasuk seni sastra, sedangkan sastra bagian dari kesenian, dan
kesenian cabang unsur dari kebudayaan. puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa
penyair mengenai kehidupan manusia, alam, tuhan melalui media bahasa yang
artistik/estetik, nyang secara padu dan utuh di padatkan kata-katanya.
kepuitisan, keartistikan atau keestetikan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan:
Figura bahasa, seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, alegori, dsb.
Kata-kata yang ambiquitas, yaitu kata-kata yang bermakna ganda, banyak tafsir.
Kata-kata yang berjiwa, yaitu kata-kata yang sudah di beri suasana tertentu, berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.
Kata-kata yang konotatif, yaitu kata-kata yang sudah di beri tambahan nilai-nilai rasa dan asosiasi-asosiasi tertentu.
kepuitisan, keartistikan atau keestetikan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan:
Figura bahasa, seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, alegori, dsb.
Kata-kata yang ambiquitas, yaitu kata-kata yang bermakna ganda, banyak tafsir.
Kata-kata yang berjiwa, yaitu kata-kata yang sudah di beri suasana tertentu, berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.
Kata-kata yang konotatif, yaitu kata-kata yang sudah di beri tambahan nilai-nilai rasa dan asosiasi-asosiasi tertentu.
Pengulangan, yang berfungsi untuk mengintensifkan hal-hal yang di lukiskan,
sehingga lebih menggugah hati.
Adapun alasan-alasan yang mendasari penyajian yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan ilmu budaya dasar adalah :
Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia.
Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual.
Puisi dan keinsyafan sosial.
sumber : http://gilangjaelani.blogspot.com/2009/11/ilmu-budaya-dasar-yang-dihubungkan.html
Adapun alasan-alasan yang mendasari penyajian yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan ilmu budaya dasar adalah :
Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia.
Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual.
Puisi dan keinsyafan sosial.
