.
Manusia
dan Penderitaan
. PengertianPenderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita
yang artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan
sesuatu yang tidak menyenangkan. Baik lahir maupun batin, bisa dikatakan lahir
batin. Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan
bertingkat-tingkat. Ada yang berat ada juga yang ringan.
Suatu peristiwa yang dianggap
penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain.
Dapat paula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang,
atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmataan dan kebahagiaan.
Penderitaan akan dialami oleh semua
orang, hal itu sudah merupakan resiko hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau
kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan
yang kadang-kadang bermakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan dariNya.
Untuk itu pada umumnya manusia telahdi berikan tanda sebelumnya, hanya saja
mampukah manusia menangkap atau tanggap terhadap peringatan yang diberikanNya?
Tanda demikian dapat berupa mimpi
sebagai pemunculan rasa tidak sadar bagi manusia waktu tidur, atau mengetahui
melalui membaca Koran tentang banyak kelebihan dibandingkan dengan makhluk
ciptaan yang lain, tetapi mampukah manusia mengendalikan diri untuk
melupakannya? Bagi manusia yang tebal imannya musibah yang dialaminya akan
cepat dapat menyadarkan dirinya untuk bertobat kepadaNya dan bersikap pasrah
akan nasib yang ditentukan tuhan atas dirinya. Dalam kepasrahan demikianlah
akan diperoleh suatu kedamaian dalam hatinya.
b. Siksaan
Siksaan atau penyiksaan penciptaan rasa
sakit untuk
menghancurkan kekerasan hati
korban. Segala
tindakan yang menyebabkan penderitaan, baik secara fisik maupun
psikologis, yang
dengan sengaja dilakukkan terhadap seseorang dengan tujuan
intimidasi,
balas
dendam,
hukuman,
sadisme,
pemaksaan informasi, atau mendapatkan pengakuan palsu untuk
propaganda atau
tujuan politik dapat disebut sebagai penyiksaan. Siksaan dapat digunakan
sebagai suatu cara
interogasi untuk
mendapatkan pengakuan. Siksaan juga dapat digunakan sebagai metode pemaksaan
atau sebagai alat untuk mengendalikan kelompok yang dianggap sebagai ancaman
bagi suatu
pemerintah.
c. Kekalutan
mental
Kekalutan
mental adalah penderitaan batin yang dirumuskan sebagai gambaran kejiwaan
akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan yang di atasi,sehingga
yang bersangkutan bertingkah tidak wajar.
Kekalutan
mental disebabkan oleh :
-
Kepribadian yang lemah.
-
Terjadinya konflik sosial.
-
Belumnya pematangan batin.
Ada
7 macam frustasi
-
Agresi yaitu emosi yang meluap – luap.
-
Regresi yaitu childish,primitive,meraung-raung.
-
Fiksasi yaitu peretakan/pembatasan pada pola yang sama.
-
Proyeksi yaitu rendah diri yang berlebihan.minder.
-
Identifikasi yaitu menyamakan dirinya dengan orang lain agar dsukai/haus
perhatian.
-
Narsisme yaitu mencintai dirinya berlebihan.istilah lainnya yaitu megalomania.
-
Autism yaitu memiliki dunia sendiri yang lain dari dunia sewajarnya.
Hal-hal
yang dapat dilakukan untuk mengatasi org yang menderita kekalutan mental adalah
:
-
Buatlah ia nyaman.jangan memberinya perlakuan yang berbeda.
-
Ajaklah berolah raga sehingga dapat menenangkan jiwanya
-
Bawalah ketempat-tempat yang indah.
-
Music juga dapat menentramkan jiwa.
-
Teruslah mendukungnya untuk menjadi lebih baik
d. Penderitaan
dan perjuangan
Penderitaan
memang selalu hadir dalam kehidupan kita, tidak berarti hidup adalah menderita
/ hidup adalah untuk penderitaan. namun "Hidup adalah Berjuang karena
Hidup adalah Perjuangan". Jadi mau tidak mau kita selalu dituntut untuk
terus berjuang dlam hal apapun. dan percayalah bahwa tidak ada sesuatu yang sia
- sia. Setelah perjuangan terlaksana dan pasrah kepada Tuhan. maka dari itulah
gunanya bersosialisasi, dengan bersosialisasi
kita dapat saling
membantu dalam susah maupun senang dengan sesama manusia dalam menyelesaikan
masalah dan menyelesaikan penderitaan. namun jangan lupa disertai doa pula.
Penyebab
penderitaan banyak disebabkan oleh berbagai hal di bawah ini :
·
Hubungan tidak
baik antara manusia dengan manusia yang mengakibatkan penderitaan didasari rasa
dengki, iri, sakit hati, kejam serta alasan lain yang mendasari perbuatan buruk
manusia lain terhadap sesama yang dapat memicu penderitaan entah itu dari
korban yang mengalami maupun pelaku yang mengalami derita.
·
Hubungan tidak
baik antara manusia dengan Alam yang mengakibatkan bencana, kurangnya kesadaran
manusia untuk merawat alam dan bahkan manusia yang sengaja merusak alam.
·
Ketamakan hanya
karena masalah uang sehingga terjadi berbagai becana seperti Longsor.
·
Penderitaan
karena cobaan, disini kita dituntut akan kesetiaan kita melalui suatu cobaan
dan percayalah bahwa Tuhan tidak akan meberikan suatu cobaan diluar kemampuan
umat-Nya.
e. Penderitaan
media masa dan seniman
Berita mengenai penderitaan silih
berganti mengisi lembaran Koran, berita di televisi, radio, dengan maksud
supaya orang yang yang menyaksikan ikut merasakan dari jauh penderitaan
manusia. Nyatanya tidak sedikit bantuan yang datang dari dermawan dan
sukarelawan berupa material dan tenaga untuk meringankan dan menyelamatkan
mereka dari musibah ini. Media masa adalah salah satu alat yang paling
tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa – peristiwa penderitaan manusia secara
cepat kepada masyarakat. Tetapi tidak kalah pentingnya komunikasi yang
dilakukan para seniman melalui karya seni, sehingga para pembaca, penontonnya
dapat menghayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni. Contoh bagaimana
penderitaan seorang istri yang bernama Manohara akibat kekerasan rumah tangga
yang di filmkan dengan judul “Manohara”, juga ada berita seperti bagaimana
penderitaan anak bernama Arie Hangara yang mati akibat siksaan orang
tuanya sendiri yang di filmkan dengan judul “Arie Hangara”.
f.
Penderitaan dan sebab-sebabnya
Apabila kita kelompokkan secara
sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan dapat
diperinci sebagai berikut :
a.
Penderitaan yang timbul karena perbuatan manusia
Penderitaan yang
menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan
sesama manusia dengan alam sekitarnya. Penderitaan ini kadang disebut nasib
buruk. Nasib buruk ini dapat memperbaiki nasibnya.
b. Perbuatan
buruk manusia terhadap lingkungannya juga menyebabkan penderitaan manusia,
Tetapi manusia tidak menyadari hal ini, Mungkin kesadaran itu timbul setelah
musibah yang membuat manusia menderita.
c. Penderitaan manusia dapat
juga terjadi akibat atau siksaan / azab Tuhan. Namun kesabaran, tawakal, dan
optimisme dapat merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu.
g. Pengaruh
penderitaan
Orang
yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan
sikap dalam dirinya. Sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap
positif ataupun sikap negatif.
Sikap
negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa,
ingin bunuh diri, Sikap ini diungkapkan dalam peribahasa "Sesal dahulu
pendapatan, sesal kemudian tak berguna" ,"nasib sudah menjadi
bubur". Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat timbul sikap yang tidak
baik,missal menutup diri dari lingkungan,murung.
Sikap positif yaitu sikap
optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan,
melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu
adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah
menyerah.
http://andrajubir.ngeblogs.com/kekalutan-mental/