“PSIKOTERAPI”
Selamat datang kembali diblog saya (Ahmada selvia),,, pada tulisan kali ini saya akan membahas mengenai Psikoterapi.. :)
1.Pengertian Psikoterapi
Secara etimologis psikoterapi mempunyai
arti yang sederhana Psyche
yaitu jiwa dan therapy dalam
bahasa Yunani “merawat” atau “mengasuh”, sehingga psikoterapi dalam arti
sempitnya adalah perawatan terhadap aspek kejiwaan seseorang. Dalam Oxford English
Dictionary perkataan "Psychotherapy"
tidak tercantum tetapi ada perkataan “Psychotherapeutic” yang diartikan sebagai
perawatan terhadap suatu penyakit dengan mempergunakan teknik psikologis untuk
melakukan intervensi psikis. dengan demikian perawatan melalui teknik
psikoterapi adalah perawatan yang secara umum mempergunakan intervensi psikis
dengan pendekatan psikologi terhadap pasien yang mengalami gangguan psikis atau
hambatan kepribadian.
2. Tujuan Psikoterapi
Tujuan psikoterapi dari berbagai pendekatan menurut Corey
(1989):
ü Tujuan psikoterapi psikodinamika adalah membuat sesuatu yang
tidak sadar menjadi sesuatu yang disadari. Membantu klien menghidupkan kembali
pengalaman-pengalaman yang sudah lewat dan bekerja melalui konflik yang ditekan
melalui pemahaman intelektual.
ü Menggambarkan psikoterapi Rogerian sebagai pemberian suasana
aman dan bebas agar klien mengeksplorasi diri dengan baik, mengembangkan diri
ke arah keterbukaan, memperkuat percaya diri, dan sebagainya.
ü Tujuan eksistential humanistik sebagai upaya membantu seseorang
mengetahui ia punya kebebasan, menyadari akan kemungkinan-kemungkinan yang
dimiliki, membantu klien mengenali bahwa mereka bertanggung jawab, dan untuk
mengidentifikasi faktor yang menghambat kebebasannya.
ü Psikoterapi behavioristik bertujuan untuk menghilangkan
kesalahan dalam belajar, mengganti dengan pola-pola perilaku yang lebih sesuai
dan belajar perilaku yang efektif.
ü Tujuan psikoterapi kognitif behavioristik dan rasional emotif
yaitu untuk menghilangkan cara pandang klien untuk mennyalahkan diri, membantu
memperoleh pandangan hidup yang lebih rasional dan toleran, membantu
klien untuk memberi metode dalam penyelesaian masalah.
ü Pendekatan gestalt menurut Corey, untuk membantu klien
memperoleh pemahaman mengenai pengalaman-pengalamannya.
ü Tujuan terapi realitas yaitu untuk membantu seseoang memenuhi
kebutuhannya dan juga menilai apa yang sedang dilakukan seberapa jauh tindakan
yang berhasil.
3. Sebutkan
dan Jelaskan unsur-unsur Psikoterapi.
Unsur-unsur psikoterapi Menurut Masserman (dalam Maulany, 1997)
telah melaporkan delapan “parameter pengaruh” dasar yang mencakup unsur-unsur
lazim pada semua jenis psikoterapi. Dalam hal ini termasuk :
a. Peran
sosial psikoterapis
b. Hubungan
c. Hak
d. Retrospeksi
e. Re-edukasi
f. Rehabilitasi
g. Resosialisasi
h. Rekapitulas
4. Perbedaan
Psikoterapi Dengan Konseling
Konseling dan psikoterapi pada dasarnya
memiliki tujuan yang sama, sama-sama ingin membantu agar klien dapat menemukan
permasalahan untuk kemudian dapat dipecahkan bersama-sama, namun semua itu
hanya dapat terlaksana dengan baik manakala klien dapat membuka diri dan mau
diajak kerjasama.
Adapun perbedaannya lebih kepada
pendekatan dan cara penanganannya, dimana konselor sebagai mitra yang dapat
memberikan masukkan dan membantu untuk memunculkan suatu permasalahan yang
dirasakan klien baik masalah yang disadari maupun yang tidak disadari,
sedangkan psikoterapis selain menggunakan tehnik konseling ia juga
menggunakan therapy yang sifatnya lebih kepada perubahan pada prilaku yang
sangat substansti.
Berangkat dari pemahaman Brammer &
Shostrom mengemukakan bahwa :
1. Konseling
ditandai oleh adanya terminology seperti : “educational, vocational,
supportive, situational, problem solving, conscious awareness, normal,
present-time dan short term”.
2. Sedangkan
psikoterapi ditandai oleh : “supportive (dalam keadaan krisis), reconstructive,
depth emphasis, analytical, focus on the past, neurotics and orther severe
emotional problems and longterm. Artinya segala sesuatunya lebih mendalam
hingga tuntas dan semua itu perlu waktu serta proses.
5. Pendekatan
Psikoterapi terhadap Mental Illness
Dalam ilmu psikologi, ada banyak sekali
metode yang bisa digunakan untuk terapi. Semua metode itu merupakan hasil
pemikiran dan penelitian para pakar psikologi dari berbagai penjuru dunia. Dari
sekian banyak metode psikoterapi yang ada, bisa dikategorikan dalam lima
pendekatan, yaitu:
1. Psychoanalysis
& Psychodynamic
Pendekatan
ini fokus pada mengubah masalah perilaku, perasaan dan pikiran dengan cara
memahami akar masalah yang biasanya tersembunyi di pikiran bawah sadar.
Psychodynamic (Psikodinamik) pertama kali diciptakan oleh Sigmund Feud
(1856-1939), seorang neurologist dari Austria. Teori dan praktek psikodinamik
sekarang ini sudah dikembangkan dan dimodifikasi sedemikian rupa oleh para
murid dan pengikut Freud guna mendapatkan hasil yang lebih efektif.
Tujuan dari metode psikoanalisis dan
psikodinamik adalah agar klien bisa menyadari apa yang sebelumnya tidak
disadarinya. Gangguan psikologis mencerminkan adanya masalah di bawah sadar
yang belum terselesaikan. Untuk itu, klien perlu menggali bawah sadarnya untuk
mendapatkan solusi. Dengan memahami masalah yang dialami, maka seseorang bisa
mengatasi segala masalahnya melalui “insight” (pemahaman pribadi).
Beberapa metode psikoterapi yang
termasuk dalam pendekatan psikodinamik adalah: Ego State Therapy, Part Therapy,
Trance Psychotherapy, Free Association, Dream Analysis, Automatic Writing,
Ventilation, Catharsis dan lain sebagainya.
2. Behavior
Therapy
Pendekatan terapi perilaku (behavior
therapy) berfokus pada hukum pembelajaran. Bahwa perilaku seseorang dipengaruhi
oleh proses belajar sepanjang hidup. Tokoh yang melahirkan behavior therapy
adalah Ivan Pavlov yang menemukan “classical conditioning” atau “associative
learning”.
Inti dari pendekatan behavior therapy
adalah manusia bertindak secara otomatis karena membentuk asosiasi (hubungan
sebab-akibat atau aksi-reaksi). Misalnya pada kasus fobia ular, penderita fobia
mengasosiasikan ular sebagai sumber kecemasan dan ketakutan karena waktu kecil
dia penah melihat orang yang ketakutan terhadap ular. Dalam hal ini, penderita
telah belajar bahwa "ketika saya melihat ular maka respon saya adalah
perilaku ketakutan".
Tokoh lain dalam pendekatan Behavior
Therapy adalah E.L. Thorndike yang mengemukakan konsep operant conditioning,
yaitu konsep bahwa seseorang melakukan sesuatu karena berharap hadiah dan
menghindari hukuman.
Berbagai metode psikoterapi yang
termasuk dalam pendekatan behavior therapy adalah Exposure and Respon
Prevention (ERP), Systematic Desensitization, Behavior Modification, Flooding,
Operant Conditioning, Observational Learning, Contingency Management, Matching
Law, Habit Reversal Training (HRT) dan lain sebagainya.
3. Cognitive Therapy
Terapi Kognitif (Cognitive Therapy)
punya konsep bahwa perilaku manusia itu dipengaruhi oleh pikirannya. Oleh
karena itu, pendekatan Cognitive Therapy lebih fokus pada memodifikasi pola
pikiran untuk bisa mengubah perilaku. Pandangan Cognitive Therapy adalah bahwa
disfungsi pikiran menyebabkan disfungsi perasaan dan disfungsi perilaku. Tokoh
besar dalam cognitive therapy antara lain Albert Ellis dan Aaron Beck.
Tujuan utama dalam pendekatan cognitive
adalah mengubah pola pikir dengan cara meningkatkan kesadaran dan berpikir
rasional. Beberapa metode psikoterapi yang termasuk dalam pendekatan Cognitive
adalah Collaborative Empiricism, Guided Discovery, Socratic Questioning,
Neurolinguistic Programming, Rational Emotive Therapy (RET), Cognitive
Shifting. Cognitive Analytic Therapy (CAT) dan sebagainya.
4. Humanistic
Therapy
Pendekatan Humanistic Therapy
menganggap bahwa setiap manusia itu unik dan setiap manusia sebenarnya mampu
menyelesaikan masalahnya sendiri. Setiap manusia dengan keunikannya bebas
menentukan pilihan hidupnya sendiri. Oleh karena itu, dalam terapi humanistik,
seorang psikoterapis berperan sebagai fasilitator perubahan saja, bukan
mengarahkan perubahan. Psikoterapis tidak mencoba untuk mempengaruhi klien,
melainkan memberi kesempatan klien untuk memunculkan kesadaran dan berubah atas
dasar kesadarannya sendiri.
Metode psikoterapi yang termasuk dalam
pendekatan humanistik adalah Gestalt Therapy, Client Cantered Psychotherapy,
Depth Therapy, Sensitivity Training, Family Therapies, Transpersonal
Psychotherapy dan Existential Psychotherapy.
5. Integrative / Holistic Therapy
Yang sering saya temui adalah seorang
klien mengalami komplikasi gangguan psikologis yang mana tidak cukup bila
ditangani dengan satu metode psikoterapi saja. Oleh karena itu, saya
menggunakan beberapa metode psikoterapi dan beberapa pendekatan sekaligus untuk
membantu klien saya. Hal ini disebut Integrative Therapy atau Holistic Therapy,
yaitu suatu psikoterapi gabungan yang bertujuan untuk menyembuhkan mental
seseorang secara keseluruhan.
6. Bentuk
Utama Terapi
1. Teknik Terapi
Psikoanalisa
Terapi
ini menekankan pada fungsi pemecahan masalah dari ego yang berlawanan dengan impuls
seksual dan agresif dari id.
2. Teknik Terapi
Perilaku
Terapi
yang menggunakan prinsip belajar untuk memodifikasi perilaku individu. Antara
lain: desensitisasi, flooding, penguatan sistematis, pemodelan, dan regulasi
diri yang melibatkan pemantauan dan pengamatan perilaku diri sendiri.
3. Teknik Terapi
Kognitif
Prinsip
utama dari terapi ini adalah fokus pada kemampuan pasien untuk mengembangkan
cara berpikir melalui cognitive style. Tujuannya adalah mengajarkan pada
pasien bagaimana menerapkan pola pikir dan perilaku yang tepat, sehingga dapat
membantu mereka membuang pemikiran yang menyimpang atau maladaptif.
4. Teknik Terapi
Humanistik
Membantu
individu menyadari diri yang sesungguhnya dan memecahkan masalah mereka dengan
intervensi terapis yang minimal (client-centered therapy). Terapi tersebut
percaya bahwa karakteristik terapi yang penting untuk kemajuan dan eksplorasi
diri klien yaitu empati, kehangatan, dan ketulusan.
5. Teknik Terapi
Integratif/Elektik
Memilih
dari berbagai teknik terapi yang paling tepat untuk klien tertentu, ketimbang
mengikuti dengan kaku satu teknik tunggal. Selain itu terapi ini merupakan
suatu psikoterapi gabungan yang bertujuan untuk menyembuhkan mental seseorang
secara keseluruhan.
6. Teknik Terapi
Kelompok dan Keluarga
Terapi
yang memberikan kesempatan bagi individu untuk menggali sikap dan perilakunya
dalam interaksi dengan orang lain yang memiliki masalah serupa. Sedangkan
terapi keluarga adalah terapi khusus yang membantu pasangan suami-istri atau
hubungan orangtua-anak untuk menangani masalahnya
Sumber :
-
Chaplin,
J.P. (2006). Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
-
OFM, Drs.
Yustinus Semium. (2006). Kesehatan Mental 1. Yogyakarta: Penerbit
Percetakan Kanisius.
-
Gunarsa, Singgih. D. (2004).Konseling dan Psikoterapi.Jakarta: PT. BPK Gunung Mulia.
-
Mujib, A.
(2002). Nuansa-Nuansa Psikologi Islam. Jakarta: RajaGrafindo Persada

