Adalah suatu sugesti atau
dorongan yang muncul karena diberikan oleh seseorang kepada orang lain atau
dari diri sendiri, dorongan tersebut bermaksud agar orang tersebut menjadi
orang yang lebih baik dari yang sebelumnya. Motivasi juga bisa diartikan
sebagai sebuah alasan yang mendasari sebuah perbuatan yang dilakukan oleh
seseorang.
1. TEORI DRIVE (reinforcement)
Teori ini berhubungan dengan teori belajar operant conditioning dari Skinner. Teori ini mempunyai dua aturan pokok : aturan pokok yang berhubungan denga pemerolehan jawaban-jawaban yang benar, dan aturan pokok lainnya yang berhubungan dengan penghilangan jawaban-jawaban yang salah.
Siegel dan Lane (1982) mengutip Jablonske dan de Vries, memberi saran bagaimana manajement dapat meningkatkan motivasi kerja tenaga kerj, yaitu dengan :
1. Menentukan apa jawaban yang diinginkan
2. Mengkomunikasikan dengan jelas prilaku ini kepada tenaga kerja
3. Mengkomunikasikan dengan jelas ganjaran apa yang akan diterima tenaga kerja jika jawaban yang benar terjadi.
4. Memberi ganjaran hanya jika jawaban yang benar yang dilaksanakan
5. Memberika ganjaran kepada jawaban yang diinginkan pada saat yang paling memungkinkan, yang terdekat dengan kejadian.
2. TEORI HARAPAN
Model teori harapan dari Lawler menyajikan 4 asumsi :
1. Orang mempunyai pilihan-pilihan antara berbagai hasil-keluaran yang secara potensial yang dapat mereka gunakan. Hasil keluaran alternative, juga disebut tujuan-tujuan pribadi (personal goals), dapat disadari atau tidak oleh yang bersangkutan. Jika disadari, maknanya serupa dengan penetapan tujuan-tujuan, jika tidak disadari, motivasi lebih bercorak reactive.
2. Orang yang mempunyai harapan tentang kemungkinan bahwa upaya (effort = E) akan mengarah ke prilaku unjuk kerja (performance = P) yang dituju. Ini diungkap sebagi harapan E-P
3. Orang mempunyai harapan-harapan tentang kemungkinan bahwa hail-hasil keluaran (outcomes - O) diperoleh setelah unjuk kerja (P) mereka. Ini diungkapkan dalam rumusan harapan P-O.
4. Dalam setiap situasi ini, tindakan-tindakan dan upaya yang berkaitan denan tindakan-tindakan tadi yang dipilih oleh seseorang untuk dilaksanakan ditentukan oleh harapan-harapan (E-P dan P-O) dan pilihan-pilihan yang dipunyai orang pada saat itu.
Model harapan dari Lawler menyatakan bahwa besar kecilnya motivasi seseorang dapat dihitung dengan rumus sbb :
Indeks motivasi = jumlah (E-P) x jumlah (P-O) (V)
Faktor-faktor yang menentukan E-P ialah harga diri atau kepercayaan diri, pengalaman lampau dalam situasi serupa, situasi sekarang yang actual, komunikasi dari orang lain. Komponen ke -3 dari model Lawler ialah harkat atau valence (V) yang mencerminkan bagaimana perasaan anda terhadap hasil keluaran.
Teori ini dikemukakan oleh Abraham Maslow, dan
menyatakan bahwa motivasi didasarkan kebutuhan manusia secara bertingkat.
Menurut Maslow, jenjang kebutuhan manusia sebagai karyawan dari yang terendah
hingga yang tertinggi
Gambar 1.
Teori Hierarki Kebutuhan Maslow
Hipotesis yang diajukan Maslow dalam teori ini
adalah “bahwa dalam setiap diri manusia terdapat lima kebutuhan dasar meliputi
:
- Kebutuhan pertama, fisiologis (fisik) seperti rasa lapar, haus, seksual dan kebutuhan fisik lainnya
- Kebutuhan kedua, rasa aman yaitu kebutuhan untuk memperoleh perlindungan dari bahaya fisik dan emosional
- Kebutuhan ketiga, sosial yaitu kebutuhan rasa kasih sayang, kepemilikan, penerimaan dan persahabatan
- Kebutuhan keempat, penghargaan yaitu faktor-faktor penghargaan internal seperti hormat diri, otonomi, dan pencapaian, serta faktor-faktor kebutuhan eksternal seperti status, pengakuan dan perhatian.
- Kelima, dan kebutuhan tertinggi adalah aktualisasi diri yaitu kebutuhan untuk menjadi seseorang sesuai kecakapannya meliputi : pertumbuhan, pencapaian potensi seseorang, dan pemenuhan diri sendiri.
Meski teori Maslow mendapat pengakuan luas,
teori ini ternyata tidak diperkuat penelitian di lapangan. Maslow tidak
memberikan bukti empiris, dan beberapa penelitian yang berusaha mengesahkan
teori ini tidak menemukan pendukung yang kuat. (Robbins dan Judge, 2007). Dalam
catatan kakinya, Robbins memberikan contoh penelitian Lawler dan Suttle (1972),
Hall dan Nougaim (1968), Korman, Greenhaus, dan Badin (1977); Racuschenberger,
Schmitt, dan Hunter (1980).
3. Teori Tujuan
Dalam teori ini seseorang memiliki
tujuan dalam hidupnya, dimana tujuan atau target tersebut dapat dijadikan
motivasi dalam hidup mereka. dengan adanya motivasi tersebut seseorag akan
berusaha dengan cara apapun demi mencapai tujuan atau targetnya tersebut.
contohnya : seorang pegawai dalam suatu
perusahaan memiliki target untuk naik jabatan menjadi seorang Manager, maka
pegawai tersebut harus bekerja lebih giat lagi demi menggapai tujuannnya itu.
contoh artikel :
Suatu hari ada seorang ibu bersama seorang
anak kesayangannya yang masih sekolah. Sang ibu sudah ditinggal oleh suaminya
yang telah meninggal dunia terlebih dahulu. Untuk menopang keluarganya, sang
ibu mencari nafkah dengan menerima jasa membuat lukisan.
Lukisan yang dibuatnya sungguh indah dan
membuat orang kagum, sehingga banyak orang meminta dirinya untuk membuat
lukisan. Hasil dari pembuatan lukisan tersebut cukup untuk menghidupi dirinya
dan anaknya.
Sang anak pada mulanya
sangat bersemangat dan rajin bersekolah. Namun, lama-kelamaan, kelakuannya
mulai berubah. Sifatnya yang rajin mulai mengendur, tidak belajar saat ujian
hampir tiba sehingga nilai sekolah kurang memuaskan. Dan yang paling berat
adalah ia mulai sering bolos sekolah.
Sang ibu sudah diberitahu perihal kelakukan
anaknya oleh pihak sekolah. Berkali-kali anak tersebut dinasihati, tetapi sifat
buruknya tidak juga dibuang. Sampai suatu hari, anaknya mendapat surat
peringatan terakhir. Jika anaknya terus-terusan membolos, maka ia akan
dikeluarkan dari sekolah. Di sisi lain, nilainya yang anjlok kemungkinan besar
bisa membuatnya gagal naik kelas.
Sang ibu menegur anaknya. Dan ketika
kemarahannya mulai memuncak, sambil menangis, ia mencoret dan menyobek lukisan
yang sudah hampir selesai. Lukisan yang telah dibuat berminggu-minggu dirusak
begitu saja. Hati anaknya ikut teriris sebab ia tahu ibunya susah payah melukis
untuk menyekolahkan dan menghidupi dirinya. Anaknya pun ikut menangis dan
memeluk ibunya sambil meminta maaf.
“Ampun, Bu! Aku minta maaf, aku tidak akan
jahat lagi. Aku tahu aku telah bersalah, tapi ibu jangan merusak lukisan yang
sudah ibu lukis dengan susah payah,” ujar anaknya.
Ibunya pun berkata, “Tidak ada gunanya ibu
melukis hanya untuk melihat dirimu seperti ini. Ibu membuat lukisan dengan
harapan bisa menyekolahkanmu agar kelak kamu bisa menjadi orang yang berguna.
Jika kamu dikeluarkan dari sekolah atau tinggal kelas, pengorbanan ibu akan
menjadi sia-sia.”
Ibunya melanjutkan, “Lihat lukisan yang sudah
rusak ini! Lukisan ini dibuat dari goresan demi goresan dan dibutuhkan
ketekunan dan ketelitian untuk membuatnya menjadi indah. Karena itulah sebuah
lukisan indah bisa bernilai tinggi. Karena ibu sudah mencoret dan merusaknya,
maka lukisan ini sudah tidak bernilai lagi. Begitu juga dengan kamu. Apa yang
sudah kamu pelajari di sekolah sampai sejauh ini sesungguhnya sangat berguna
bagi masa depan kamu. Tetapi, sifat kamu yang buruk akan membuat semuanya
menjadi tidak berguna dan bernasib sama seperti lukisan ini..”
Sambil berlinang air mata, anaknya sadar dan
berjanji pada ibunya, “Aku menyesal dan tidak akan mengulangi lagi perbuatanku
yang dulu. Aku berjanji tidak akan bolos lagi dan akan belajar dengan rajin
agar kelak bisa membahagiakan ibu.”
Sejak saat itu, anaknya mulai berubah menjadi
anak yang rajin, ulet, tidak bolos sekolah, dan menyayangi ibunya.
----------------------------------------------------------------------
Bagi sebagian besar orang, memulai sesuatu
untuk meraih impian mungkin tidak sulit. Yang membuatnya menjadi sulit adalah
begitu banyak orang yang memutuskan untuk berhenti di tengah jalan. Banyak
orang yang memutuskan untuk menyerah karena berbagai masalah.
Mungkin Anda juga pernah mengalami hal seperti
ini. Anda memiliki impian yang sangat ingin Anda raih. Semangat Anda begitu berkobar.
Tekad Anda begitu besar untuk menjadi seperti yang Anda inginkan. Anda mulai
mengambil tindakan. Tetapi seiring berjalannya waktu, semangat Anda mulai
kendur. Hambatan demi hambatan membuat Anda putus asa dan menyerah. Akhirnya,
impian Anda terkubur dalam-dalam dan mulai dilupakan. Impian yang begitu indah
akhirnya ternoda dan rusak.
Sesungguhnya semua orang, termasuk Anda, bisa
meraih impian jika Anda tidak pernah mau menyerah. Jika Anda terus berjalan,
maka Anda akan tiba di tempat yang Anda impikan. Tidak peduli berapa banyak
hambatan, rintangan, masalah atau kegagalan yang berusaha menghentikan Anda,
jika Anda memutuskan untuk tidak berhenti, maka tidak akan ada yang bisa
menghentikan langkah Anda untuk mencapai impian.
Analisa:
Dari artikel di atas merupakan salah satu
contoh dari teori motivasi yaitu teori harapan, dimana seseorang akan berusaha
lebiih giat lagi jika ia mempunyai harapan-harapan. dalam kasusu ini sang Ibu
mempunyai harapan untuk membiayakan sekolah anaknya hingga lulus. maka dari
itulah sang Ibu berusaha dengan cara menerima jasa lukisan, agar harapannya itu
terwujud.
Sumber :
http://artikelmotivasi-islami.blogspot.com/2011/09/demi-impian-jangan-pernah-berhenti.html
http://reia-welcometoryasblog.blogspot.com/2009/12/teori-motivasiteori-drive-reinforcement.html
http://teorionline.net/review-teori-motivasi-kebutuhan-maslow/



